LOKAKARYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PENGGUNAAN TEKNOLOGI DAN PENYUSUNAN MODUL AJAR P5PPRA
Meningkatkan Kompetensi Guru: Merangkul Teknologi dan Inovasi P5PPRA
Kegiatan Lokakarya dilaksanakan selama dua hari yaitu Tgl 11 s/d 12 Juni 2025
Pada hari yang cerah ini Rabu, 11 Juni 2025 ruang lokakarya dipenuhi semangat dan antusiasme para pendidik. Suasana akrab namun serius menyelimuti lokakarya peningkatan kompetensi guru, sebuah inisiatif penting untuk membekali para pahlawan tanpa tanda jasa dengan keterampilan yang relevan di era digital. Tujuan lokakarya ini jelas: meningkatkan kompetensi guru melalui pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan penyusunan modul ajar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5PPRA).
Pemateri Lokakarya yaitu Bapak Rahmat Habibullah,S.PdI,M.Pd. dari SMP 01 Padang Panjang. yang mana dimulai dengan sesi interaktif yang menekankan urgensi integrasi teknologi dalam kurikulum. Para fasilitator, yang merupakan praktisi pendidikan berpengalaman, memaparkan berbagai platform dan aplikasi edukasi inovatif yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif. Mulai dari penggunaan media presentasi interaktif, simulasi virtual, hingga pemanfaatan Learning Management System (LMS), guru-guru diajak untuk melihat teknologi bukan hanya sebagai alat bantu, melainkan sebagai katalisator perubahan dalam metode pengajaran mereka. Banyak dari mereka yang awalnya ragu, mulai terinspirasi melihat potensi tak terbatas yang ditawarkan oleh teknologi.
Setelah sesi teknologi, fokus beralih ke salah satu komponen krusial dalam Kurikulum Merdeka: Penyusunan Modul Ajar P5PPRA. Ini bukan sekadar modul biasa, melainkan panduan yang mendorong pembelajaran berbasis proyek, yang mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin. Para guru dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, memicu diskusi dan kolaborasi yang dinamis. Mereka diajarkan bagaimana merancang proyek-proyek yang relevan dengan kehidupan siswa, menumbuhkan kreativitas, berpikir kritis, serta menanamkan nilai-nilai luhur agama dan kebangsaan.
Tantangan muncul, tentu saja. Beberapa guru menghadapi kendala dalam mengoperasikan perangkat lunak baru, sementara yang lain kesulitan dalam merangkai ide proyek yang sesuai dengan capaian pembelajaran dan karakteristik siswa. Namun, di sinilah keindahan lokakarya ini terletak. Para fasilitator dengan sabar membimbing, memberikan feedback konstruktif, dan mendorong setiap guru untuk aktif berpartisipasi. Suasana saling membantu sangat terasa, di mana guru-guru saling berbagi tips dan pengalaman.
Di penghujung lokakarya, wajah-wajah para peserta memancarkan kepuasan. Mereka tidak hanya membawa pulang pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang siap diterapkan di kelas. Dari merancang kuis interaktif menggunakan aplikasi daring hingga menyusun draf modul ajar P5PPRA yang inovatif, setiap guru telah melewati proses pembelajaran yang transformatif.
Lokakarya ini bukan hanya sekadar pelatihan, melainkan sebuah investasi pada masa depan pendidikan. Dengan guru-guru yang semakin kompeten dalam memanfaatkan teknologi dan merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui P5PPRA, diharapkan akan lahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat dan berdaya saing global. Ini adalah langkah maju yang signifikan dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang adaptif, relevan, dan inspiratif.
6,633 total views, 2 views today











Users Today : 4
Users Yesterday : 16
Total Users : 10191
Views Today : 4
Views Yesterday : 16
Total views : 17002
Who's Online : 0
Your IP Address : 18.97.9.174